Persijap Balas Kekalahan




Berita Utama
10 Februari 2010
Persijap Balas Kekalahan

JEPARA- Persijap Jepara memetik kemenangan 4-1 atas tamunya, Persiwa Wamena, dalam laga perdana putaran kedua kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Bumi Kartini, kemarin.

Kemenangan itu menjadi pembalasan Laskar Kalinyamat yang kalah 1-3 di Stadion Pendidikan Wamena pada putaran pertama, 17 Januari lalu. Pablo Frances memborong dua dari empat gol kemenangan besar itu, masing-masing menit ke-41 dan 74.

Dua gol lainnya dicetak Noorhadi dan Donny Siregar. Gol balasan Persiwa lahir dari tendangan bebas Pieter Rumaropen menit 67. Tak hanya kemenangan lewat empat gol cantik yang disajikan Tim Kota Ukir, namun aksi-aksi dramatik dan emosional memberi hiburan tersendiri. Noorhadi membuka kemenangan tuan rumah melalui aksinya di menit ke-7.

Umpan silang winger Nurul Huda yang menyerempet kepala Pablo terus melesat ke dalam penguasaan Noorhadi. Dengan aksi individu menawan, dia melewati Johanes Kabagaimu sebelum akhirnya membidik sudut gawang Timotius Mote.

Gol itu menjadi rangkaian dari serangan bergelombang yang dilakukan Evaldo dkk sejak menit awal. Berselang semenit dari gol itu, Donny nyaris menggandakannya. Tendangan keras dilepaskannya ke sisi pojok gawang, namun Timotius bisa menggagalkannya.

Meski tuan rumah tak diperkuat dua pemain pilar, Ferly La’la dan Sergio Junior, kekuatan tim tak berkurang. Pelatih Junaidi sukses meracik strategi kolektif.
Bek muda Catur Rintang yang mengisi posisi Ferly tampil nyaris tanpa cacat. Aksinya memotong serangan serta duel dalam bertahan memberi garansi tersendiri.

Pablo Frances akhirnya menggandakan keunggulan melalui sundulan menyambut umpan Johan Juansyah menit 41. Tiga menit kemudian Noorhadi mencuri bola lalu mengirimnya kepada Donny Siregar yang langsung menendang keras ke arah gawang Timotius. Timotius pun harus mengambil bola kali ketiga di sarangnya.

Persijap tak mengendurkan serangan di babak kedua. Kendali permainan tetap di tangan Evaldo cs. Persiwa akhirnya memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas Pieter Rumaropen. Namun Persijap menambah gol lagi melalui tendangan Pablo memanfaatkan umpan dari Noorhadi. (H15,J4,kar-78)

Burj Khalifa Ditutup Sebulan setelah Dibuka




Berita Utama
10 Februari 2010
Burj Khalifa Ditutup Sebulan setelah Dibuka
DUBAI - Para pengunjung yang ingin menikmati keindahan Burj Khalifa dibuat kecewa, Senin lalu. Pasalnya, gedung pencakar langit tertinggi dunia itu ditutup untuk umum hanya sebulan setelah dibuka secara besar-besaran.
Penutupan itu juga menimbulkan keraguan tentang rencana menyambut penghuni tetap pertama dalam beberapa pekan mendatang.

Masalah listrik paling tidak menjadi salah satu penyebab penutupan ruang observasi Burj Khalifa itu. Ruang tersebut merupakan satu-satunya bagian dari menara setinggi setengah mil itu yang dibuka. Namun kurangnya informasi dari pemilik gedung tersebut menimbulkan ketidakjelasan apakah bagian lain gedung yang sebagian besar masih kosong itu — termasuk sejumlah elevator yang membawa pengunjung ke lebih dari 160 lantai menara — terpengaruh oleh penutupan tersebut.

Penutupan tak terbatas yang dimulai Minggu lalu itu dilakukan saat Dubai berjuang memulihkan kembali citra internasionalnya sebagai kota metropolis Arab di tengah keraguan tentang kesehatan finansialnya.

Negara kota di Teluk Persia itu berharap Burj Khalifa yang memiliki tinggi 828 meter itu bisa menyedot banyak wisatawan. Dan harapan itu hampir terwujud, buktinya dalam beberapa pekan ini ribuan pengunjung antre untuk membeli tiket seharga lebih dari 27 dolar AS untuk bisa menikmati keindahan gedung tersebut.

Namun kini, banyak calon pengunjung itu, seperti Wayne Boyes wisatawan dari dekat Manchester, Inggris, harus kembali antre untuk memperoleh pengembalian tiket.

’’Sangat mengecewakan,’’ kata Boyes (40) yang sudah menunggu di pintu masuk Burj pada Senin pagi untuk giliran masuk sore. Namun malah diberita tahu jika ruang pengamatan ditutup.
Gangguan Listrik

Penyebab pasti gedung pencakar langit senilai 1,5 miliar dolar itu ditutup sementara masih belum jelas. Dalam pernyataan singkatnya saat menjawab pertanyaan, pemilik gedung itu Emaar Properties menuding lalulintas yang sangat padat sebagai penyebabnya, namun kemudian dia menyatakan gangguan listrik juga menjadi salah satu faktornya.

Para pekerja bangunan di lantai dasar menara itu mengatakan mereka tidak tahu tentang terjadinya gangguan tersebut. Emaar tidak mengatakan kapan ruang observas itu dibuka lagi. Namun para petugas penjualan tiket menerima pesanan mulai Hari Valentine, meski salah seorang di antara mereka belum bisa mengonfirmasi bahwa gedung itu akan dibuka lagi pada hari itu.(ap-niek-26)

Soemantri Biasa Cangkok Organ, Tatty Kerap Lek-lekan




Berita Utama
10 Februari 2010
Tim Cangkok Hati, Orang Tua Kedua Bilqis
Soemantri Biasa Cangkok Organ, Tatty Kerap Lek-lekan
MESKI belum dipastikan kapan operasi akan dilakukan, paling tidak nasib Bilqis sudah mulai ada titik terang. Bukan hanya hati baru yang bakal didapat anak kedua pasangan Donny Anindya Passa dan Dewi Farida itu. Setelah operasi, Bilqis juga bakal mendapatkan orang tua baru.

Bukan karena dia diadopsi, tetapi itu terkait dengan perawatan dan pengawasan seumur hidup yang harus dijalaninya. Ya, orang tua kedua Bilqis tersebut tak lain adalah anggota Tim Cangkok Hati RSUP Dr Kariadi yang bukan saja akan ’’memasang’’ hati baru, tetapi juga memantau perkembangan Bilqis seumur hidupnya. Bagi Tim Cangkok Hati RSUP Dr Kariadi, Bilqis adalah ’’anak’’ kedua mereka setelah Ulung Hara Hutama yang menjalani pencangkokan pada 2006.

Melihat perannya yang begitu besar, tentunya anggota tim tersebut bukanlah orang sembarangan. Mereka yang terdiri atas 41 orang itu memiliki keahlian khusus dalam bidang kedokteran. Simak saja sederet nama seperti Prof dokter Ag Soemantri SpA(K)Ssi, dokter Yulianto Suwardi SpBA, Dr dokter Hj Tatty Ermin Setiati SpA(K), dan dokter Bambang Sudharmanto SpA (K).

Sebagai anggota tim yang paling senior, Soemantri punya penampilan cukup unik. Yang menjadi penyebab tak lain adalah topi pet dengan bentuk seperti yang sering dikenakan Pak Tino Sidin, pengasuh acara anak-anak di TVRI era 1980-an. Tapi Soemantri bukan ingin bergaya. Topi itu dipakainya untuk mencegah vertigo yang dia derita, kambuh.

Bagi Soemantri, urusan cangkok-mencangkok organ tubuh bukanlah hal baru. Dia merupakan pencetus cangkok sumsum tulang belakang dan sel punca. Cangkok sumsum tulang belakang pertama di Indonesia yang berhasil dilakukannya pada 1987 menjadi harapan baru bagi para penderita leukimia yang sebelumnya divonis tak bisa disembuhkan. Karena kepeloporannya, baik yang bersifat inovatif ataupun aplikatif, serta dedikasinya yang tanpa lelah untuk dunia kedokteran, dia memperoleh penghargaan Achmad Bakrie di bidang kedokteran tahun 2009.

Bagi Soemantri, operasi yang akan dilakukan pada Bilqis cukup menyita pikiran. Pemeriksaan dan pertemuan dengan anggota tim yang lain membuatnya kerap pulang larut malam. Protes pun sering terlontar dari istri dan putri-putrinya tercinta.

Segala tetek-bengek urusan Bilqis juga membuat dirinya acap kecapaian. Wajar, sebab selain mempersiapkan operasi tersebut, dia harus berurusan dengan keluhan puluhan pasien yang tiap hari antre di rumahnya, Jl Sompok Baru 61, Semarang.

Soemantri punya langkah jitu untuk membuat pikirannya tetap tenang, yaitu kipas angin yang dipasang di ruang praktiknya yang sebenarnya sudah dilengkapi AC. ”Kalau kena kipas angin, kepala jadi adem dan mikirnya bisa enteng,’’ kata laki-laki yang mengaku sangat menyukai kerokan tersebut.
Ronda

Keahlian Dr dokter Hj Tatty Ermin Setiati SpA(K) juga tak kalah pentingnya dalam menentukan keberhasilan operasi. Sebagai ahli intensive care, perannya lebih banyak dibutuhkan setelah operasi. Tugasnya memantau perkembangan pasien dalam hitungan detik, menit, jam, bahkan hari. Untuk itu tak jarang dia harus merelakan diri ’’ronda’’ atau lek-lekan di rumah sakit demi memastikannya pasiennya dalam kondisi baik.

Keterlibatan wanita yang acap tampil funky dengan rambut yang dicat warna burgundy itu tak hanya dalam operasi Bilqis. Pada operasi Ulung dan pemisahan bayi kembar siam pun dia turut ambil bagian. Untuk urusan kemedisan, Tatty bisa menjadi pribadi yang sangat keras, mengingat pekerjaannya berkait erat dengan keselamatan pasien.

Dokter Bambang Sudharmanto SpA(K) yang memilih bermain dengan cucu atau merawat mobil kesayangannya. Atau melukis seperti yang dilakukan dokter Ag Soemantri.

Di sisi lain, operasi pada Bilqis memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Pemotongan hati sangat memungkinkan terjadinya pendarahan hebat. Sebagai spesialis bedah anak, dokter Yulianto yang juga ketua Tim Cangkok Hati memiliki solusi tersendiri, yakni menggunakan pisau khusus yang disebut harmony scalpel.

Pisau seharga ratusan juta itu mampu memotong hati tanpa menimbulkan pendarahan. Di samping harmony scalpel, pemotongan hati juga bisa dilakukan dengan menggunakan cusa. (Roosalina, Garna Raditya-65)

KPAD Terapkan Katalog Online


KPAD Terapkan Katalog Online

KOTA

-Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Kabupaten Banjarnegara belum lama ini menerapkan katalog secara online. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan warga dalam pencarian daftar koleksi buku yang tersedia di perpustakaan itu. Kepala KPAD Banjarnegara Siti Yanuariyah mengatakan majunya dunia internet harus dapat dimanfaatkan untuk layanan perpustakaan. Menurutnya, dengan layanan online masyarakat bisa mengakses dari rumah. Mayarakat dapat memastikan buku yang dicari diperpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan sehingga tidak repot. Disebutkan, alamat akses katalog online itu adalah http://kpad.banjarnegarakab.go.id. "Sejak 2 Februari kemarin layanan itu sudah bisa diakses. Harapannya, masyarakat semakin mendapat kemudahan dan terutama minat baca masyarakat dapat meningkat," ungkapnya Minggu (7/2).(K33)

Rumah Hancur, Perabotan Masih Kredit


AMUKAN angin puting beliung tak pandang siapa korbannya. Beberapa di antara korbannya yaitu warga Desa Purwareja Yatiman (50) dan Sarkum (65), yang rumahnya rusak parah akibat musibah pada Minggu sore kemarin.

Letak rumah kedua warga RT 3 RW 7 itu berdekatan. Tak bisa dielakkan, ketika dua buah pohon kelapa di samping rumah Sarkum, tumbang akibat diterjang angin puting beliung, dua rumah itu pun menerima dampaknya. Hampir separuh rumah Sarkum hancur. Lebih parah, dua batang pohon kelapa yang tumbang itu tepat mengenai rumah Yatiman.

"Rumah saya hancur semuanya tertimpa dua pohon kelapa. Padahal, rumah dan tanah ini milik orang lain, kami hanya menumpang," ungkap Yatiman kemarin.

Ya, Yatiman harus memikirkan kerusakan rumah yang bukan miliknya sendiri. Dia mengaku, dalam benaknya muncul rasa harus bertanggung jawab kepada pemilik rumah sebenarnya. Satu sisi, dia tak memiliki apa-apa untuk mewujudkannya.

Hal yang sama terjadi pada Sarkum. Dua keluarga bertetangga itu memang menempati rumah orang lain. Keduanya tidak menyebutkan siapa pemilik rumah itu sebenarnya. Yang pasti, mereka mengaku kini semakin berat bebannya.

Sebab itu, harapan mereka, pemerintah akan membantunya keluar dari persoalan akibat musibah itu. "Ada beberapa perabot yang masih bisa saya selamatkan dari musibah itu. Tapi kondisinya sekarang sudah rusak. Banyak gelas, piring dan alat lainnya yang pecah. Padahal, semua itu saya peroleh dengan kredit, sampai sekarang belum lunas," ujar Sarkum.

Harapan pun seolah tinggal harapan. Kerja keras keduanya sebagai perajin batu bata kini tinggal puing saja. Luapan keluh kesah dari kedua orang asli Sidareja Purwareja Klampok itu pun tak terbendung lagi.

Dikisahkan Yatiman, ketika mendengar gemuruh angin, dia sedang di luar rumahnya. Dia mengaku sungguh terkejut karena mendapati sebuah pohon kelapa terangkat ke udara setinggi kira-kira setengah meter. Tak lama kemudian, batang pohon kelapa itu pun jatuh ke tanah menimpa rumahnya.

"Tidak ada yang bisa saya lakukan ketika itu. Padahal, setahu saya anak saya berada di dalam sedang tidur. Tapi akhirnya lega karena melihat anak saya keluar dari reruntuhan rumah dengan selamat," kisahnya, sembari menahan tangisnya.

Sarkum pun demikian. Dia bersyukur bisa selamat beserta semua keluarganya. Kendati demikian, berkali-kali dia mengungkapkan sangat berharap pemerintah membantu kesulitannya itu.

Kepala Desa Purwareja Suparno, mengatakan semua kerusakan dan kerugian akibat musibah itu akan didata. Sebagai kepala desa, dia mengaku akan mengupayakan agar semua korban mendapat bantuan. "Secara riil, kami kerahkan seluruh warga untuk bersama-sama membantu yang terkena musibah," jelasnya.

RATUSAN RUMAH RUSAK

PURWAREJA KLAMPOK-Selain musibah puting beliung menerjang Dusun Sidareja Desa Purwareja Kecamatan Purwareja Klampok, Minggu (7/2) sore, di waktu yang sama, puting beliung juga menerjang dua desa lainnya di Kecamatan Susukan.

Dua desa di kecamatan Susukan yaitu Desa Karangjati dan Berta. Dari ketiga desa itu, jumlah kerusakan paling sedikit dan ringan yaitu Desa Berta. Sementara dua desa lainnya mengalami kerusakan rumah lebih parah dan jumlahnya puluhan.

Berdasar data sementara dihimpun di lokasi kejadian, jumlah total rumah rusak sekitar 88. Rinciannya, satu rumah hancur, 3 rumah rusak berat, dan 25 rumah rusak ringan, di Dusun Sidareja Desa Purwareja Kecamata Purwareja Klampok.

Jumlah rumah rusak di Desa Karangjati Kecamatan Susukan total 59 rumah. Satu rumah diantarannya roboh karena secara langsung diterjang puting beliung, satu rumah lagi tertimpa pohon. Sementara, sisanya mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, di Desa Berta, data pemerintah desa setempat menyampaikan ada sekitar 6 rumah mengalami kerusakan ringan.

Beberapa kerusakan lain dialami ketiga desa itu antara lain berupa puluhan pohon tumbang, togor roboh, dan matinya jaringan listrik, akibat angin puting beliung. Sementara itu, kerugian akibat terjangan puting beliung itu ditafsir sekitar Rp 150 juta lebih. Jumlah itu pun baru mencakup kerugian akibat kerusakan rumah dan isinya. Untuk kerugian akibat kerusakan pohon dan sarana lain belum bisa dipastikan.

Menurut keterangan saksi mata sekaligus korban dari Dusun Sidareja Desa Purwareja RT 2/ 7, Yatiman (50), angin puting beliung menerjang sekitar pukul 16.30. Ketika itu bersamaan dengan datangnya hujan deras.

"saya dan keluarga sedang berada di dalam rumah ketika angin mulai kencang. Namun karena merasa rumah akan roboh, kami keluar. Akhirnya rumah kami benar-benar hancur," katanya kemarin (8/1).

Senada, Korban dari desa karangjati, Taslam (56), dan keluarganya menyelamatkan diri ketika melihat angin mulai kencang di uar rumahnya. Berbeda dengan terjangan puting beliung di Sidareja, di Karangjati angin itu menerjang sebelum hujan tiba.

Sementara itu, kemarin (8/2) semua warga di tiga desa itu serentak melakukan kerja bakti bersama dengan beberapa perangkat desa setempat dan kecamatan. Beberapa rumah yang masih bisa ditempati kembali diperbaiki. Sementara rumah yang rusak parah dan tidak bisa ditempati kemarin dibongkar beramai-ramai.

kepala desa dari masing-masing desa saling ikut terlibat dalam kerja bakti itu. camat Susukan, Adi Cahyono, di sela-sela kerja bakti itu mengatakan pendataan sedang dalam proses. Namun, beberapa kerusakan sudah tercatat. Nantinya, menurutnya sebagai dasar pemberian bantuan bencana.

Ditinggal Rombongan




Berita Utama
09 Februari 2010
Ditinggal Rombongan

MENJADI petinggi partai politik ternyata bukan jaminan seseorang bisa menikmati semua fasilitas yang disediakan. Itulah yang dialami Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan saat menjadi ketua panitia pelaksana Kongres PAN di Batam, beberapa waktu lalu.

Ternyata, pengantar peserta kongres ke hotelnya masing-masing, tidak sadar bila Taufik masih tertinggal di toilet salah satu hotel. ‘’Saat keluar toilet, saya celingak-celinguk mencari rombongan. Ternyata saya sudah ditinggal. Telepon ke teman-teman, juga tidak ada yang mengangkat,’’ ujarnya.

Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya taksi di sekitar hotel. Padahal, waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 dinihari. Akibatnya, Taufik harus berjalan kaki seorang diri sekitar satu kilometer sampai akhirnya bertemu tukang ojek. ‘’Meski sebenarnya tidak jauh, tukang ojek itu tidak mau kalau dibayar kurang dari Rp 100 ribu. Tapi tidak apa-apa, daripada jalan kaki dinihari memakai seragam partai,’’ ujarnya terkekeh.(Saktia Andri Susilo-49)

Kecewa Keputusan Wasit




Olahraga
09 Februari 2010
Kecewa Keputusan Wasit
BARCELONA - Andres Iniesta, gelandang Barcelona, kecewa terhadap keputusan wasit yang mengeluarkan dua kartu merah pada saat timnya menang 2-1 atas Getafe, Sabtu lalu. Kemenangan itu membawa La Blaugrana tetap memimpin klasemen Liga Spanyol (La Liga Primera) dengan keunggulan lima poin di atas Real Madrid.

Namun, keputusan wasit yang mengkartu merah Gerard Pique dan Rafael Marquez, membuat klub Catalan tak diperkuat dua bek itu dalam laga berikutnya.

“Wasit telah melukai kami secara dramatis dengan keputusan yang diambilnya,’’ kata Iniesta, kemarin.

“Yang terpenting, kami bisa menjalankan tugas dan melanjutkan meraih angka di setiap pertandingan. Tim telah kembali memberikan penampilan terbaik dan merasa sangat baik,” paparnya.

Semakin Baik

Mengenai performanya sendiri, dia merasakan semakin baik dibanding musim lalu. Anggota tim nasional (timnas) Spanyol ini ingin bermain lebih mengesankan dari musim sebelumnya.

Iniesta merupakan salah satu pilar penting Los Cules. Dia sering memberi perbedaan. Dalam kondisi kritis, dia bisa menjadi jalan keluar.
Pendukung Barca takkan melupakan golnya ke gawang Chelsea dalam partai kedua babak semifinal Liga Champions musim 2008-2009.

Berkat kehebatannya tersebut pasukan Josep ‘’Pep’’ Guardiola menembus final dan kemudian menjadi kampiun dengan menundukkan Manchester United.

Pep Guardiola tak ragu menyebut Iniesta sebagai pemain serbabisa. Dia bisa bermain sebagai gelandang sentral, winger maupun penyerang tengah. (rtr,A7-31)

Drogba Memesona




Olahraga
09 Februari 2010
Drogba Memesona
LONDON - Tampil efisien menjadi kunci Chelsea ketika menaklukkan Arsenal 2-0 pada derby London dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, Senin (8/2) dini hari WIB.

Selain efisien, striker Didier Drogba bermain memesona. Dia memborong dua gol The Blues. Berkat kontribusinya itu, si Biru kembali memimpin klasemen dengan menggeser juara bertahan Manchester United (MU).

“Arsenal memiliki penguasaan bola yang lebih baik daripada kami. Namun, ball possession bukanlah inti sepak bola,” ungkap Manajer Chelsea Carlo ‘’Don Carletto’’ Ancelotti.

“Sepak bola adalah persoalan menyerang, bertahan, termasuk juga menjaga penguasaan pada saat diperlukan, dan hasil akhir,” lanjut pria asal Italia itu.
Kendati memiliki sedikit kesempatan, Chelsea mampu memanfaatkan peluang itu menjadi gol. Ketika ditekan, pemain depan seperti Nicolas Anelka dan Drogba ikut turun membantu pertahanan.

Puji Terry

“Kami menunjukkan kinerja yang fantastis selama 90 menit dan kami tampil sangat baik,’’ tegas Ancelotti.

Eks pelatih AC Milan ini secara khusus memuji kaptennya, John Terry. Meski baru dipecat sebagai kapten tim nasional (timnas) Inggris, Terry tetap bermain mengesankan sepanjang pertandingan.

Di kubu Arsenal, manajer Arsene Wenger mengamini pendapat Don Carletto.
“Mereka bermain efisien. Pada akhirnya, permainan seperti itu yang menghadirkan perbedaan dalam partai ini,’’ ujar pria asal Prancis itu.

Dia lantas menambahkan, ‘’Kami memiliki angka tinggi dalam hal penguasaan bola, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol.” (rtr,A7-31)

Kuncung Semar, Pergelaran Keberagaman Seni


Berita Utama
09 Februari 2010
Kuncung Semar, Pergelaran Keberagaman Seni
Mengenang Gus Dur

SOLO-Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta (TBS) penuh sesak oleh penonton dan berbagai bentuk kesenian dari daerah, semalam. Hadirnya penonton dan kesenian itu memeriahkan pergelaran keberagaman seni dari elemen seniman berbagai kota yang datang untuk ikut memeringati 40 hari meninggalnya Presiden Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Siang harinya, sarasehan dengan tema ’’Gus Dur dan Setelahnya’’, juga digelar di pendapa.

Para seniman dengan berbagai kesenian daerah maupun karya masing-masing, silih berganti tampil di pendapa. Keberagaman seni itu dikemas dalam pergelaran Kuncung Semar 40 Hari Gus Dur. Menurut koordinator acara, Slamet Gundono yang juga dikenal sebagai dalang wayang suket itu, pergelaran dimaksudkan sebagai ujud penghormatan dan terima kasih kepada Gus Dur. ’’Kuncung (sejumput rambut di atas dahi-Red) ada pada orang tua yang sudah rontok rambutnya dan pada anak-anak yang masih polos. Kuncung simbol kematangan, kebijaksanaan sekaligus kepolosan dan keliaran. Adapun Semar adalah tokoh pamong dan pengasuh para satria,’’ katanya.

Gus Dur, lanjutnya, selama ini dikenal masyarakat luas sebagai tokoh yang sangat matang sekaligus bisa mempunyai sikap polos seperti anak-anak yang mendidik bangsa dengan hal-hal bijak, kadang dengan hal-hal yang kontroversial, tak terduga tapi membuat orang melakukan introspeksi. ’’Saya sulit menyebut acara ini apa. Tapi barangkali yang pas adalah pergelaran keberagaman dari berbagai komunitas seni dari berbagai kota.,’’ lanjutnya.
Ratusan Seniman

Tampaknya memang itu yang hadir di pendapa malam itu. Ratusan seniman dengan keragaman seni mengapresiasikan dirinya dalam memberikan penghormatan kepada Gus Dur yang dikenal sebagai tokoh pluralisme. Beragam kesenian dengan latar budaya berbeda tampil di panggung. Komunitas seniman yang terlibat antara lain dari Surabaya, Cirebon, Yogyakarta, Jombang, dan Solo. Slamet Gundono mengolah beragam kesenian dari berbagai daerah dan etnik itu dalam bentuk kolaborasi seni.

Slamet dan teman-temannya memadukan beragam kesenian dan etnik itu dalam kemasan cerita Pernikahan Abimanyu. Menjelang malam midodareni, sejumlah tamu diundang. Mereka yang hadir ada yang membawa keseniannya. Antara lain komunitas Padang, Aceh, 35 pasien RS Jiwa Magelang, komunitas seniman santri dan tarling Amparan Jati Cirebon. Tidak hanya itu. Kelompok Sawunggaling dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kelompok musik Temperente, Ketoprak Ngampung Balekambang, Independent Expression, kelompok tari Storm maupun Komunitas Wayang Suket dan Komunitas Orang Besar Indonesia (MOBI) juga terlibat.

Slamet Gundono berkolaborasi dengan dalang wayang china Ki Tee Boen Liong dari Surabaya dan dalang wayang kulit Ki Warsena Slenk. Sementara dari Yogyakarta hadir seniman Miroto, Darno (Banyumas), Hanindawan, I Wayan Sadre, kelompok Sahita serta penyanyi campursari Endah Laras dari Solo. Malam itu bejibun kesenian yang mendukung Kuncung Semar 40 Hari Gus Dur. Termasuk di dalamnya reog dan barongsai dari Solo.(sri,G19-62)

Dirintis, Pembentukan Budi Santoso Foundation


Berita Utama
09 Februari 2010
Dirintis, Pembentukan Budi Santoso Foundation
SEMARANG - Pemimpin Umum Suara Merdeka, Ir Budi Santoso merintis pembentukan Budi Santoso Foundation, yang secara umum bertujuan meningkatkan kinerja pemerintah daerah dan dunia usaha serta pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, budaya, dan ekonomi. Secara khusus, lembaga tersebut akan menitikberatkan pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu, kemarin di Semarang membahas rintisan tersebut dengan kalangan akademisi, pengusaha, dan birokrasi. Mereka adalah Ketua Kadin Jateng Ir Solichedi, Kepala Balitbang Provinsi Jateng Drs Agus Suryono MM, pengusaha Harjanto Halim, Ketua DPD REI Jateng Sudjadi, Rektor Unika Soegijapranata Prof Budi Widianarko, Rektor Untag Wijaya SH, pengamat ekonomi Prof FX Sugianto.

’’Selain penelitian, lembaga ini diharapkan melakukan pelatihan, pendampingan, dan kegiatan-kegiatan lain sebagai langkah lanjut dari hasil penelitian. Misalnya, ada penelitian tentang kinerja pemerintah kabupaten/kota, maka lembaga ini akan melakukan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan kinerja kabupaten/kota yang mendapat nilai rendah. Demikian pula dengan upaya peningkatan kinerja dunia usaha serta pemberdayaan masyarakat secara sosial, budaya, dan ekonomi,’’ kata Budi Santoso.
Seminar ACFTA

Sebagai langkah awal, Budi Santoso Foundation akan menyelenggarakan seminar tentang kawasan perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) sekaligus launching dan ikut aktif dalam pelaksanaan Survei Daya Saing Daerah di Jawa Tengah 2010. Lembaga lain yang terlibat dalam survei tersebut adalah Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD), Bank Indonesia (BI) Semarang, Suara Merdeka, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan GTZ (badan kerja sama Jerman), didukung Balitbang Provinsi, unsur dari Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng.

Asisten Direktur Suara Merdeka Adi Ekopriyono di pertemuan itu memaparkan dasar pemikiran, tujuan, analisis SWOT, serta beberapa alternatif nama, bentuk, dan program aksi lembaga tersebut. Semua peserta pertemuan menyambut positif, antara lain dengan pertimbangan, lembaga sejenis itu belum ada di Jateng, kinerja pemerintah daerah dan dunia usaha masih perlu ditingkatkan, masyarakat perlu diberdayakan, serta banyak potensi di Jateng yang belum tergarap dengan baik dan benar. ’’Marilah kita menyumbangkan pikiran untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,’’ Kata Budi Santoso.(C19-62)

Wacanakan Wakil Ketua Umum PDIP


Berita Utama
09 Februari 2010
Wacanakan Wakil Ketua Umum PDIP
JAKARTA - Untuk memperlancar regenerasi kepemimpinan, PDI Perjuangan mulai mewacanakan posisi wakil ketua umum yang selama ini belum pernah ada dalam struktur kepengurusan partai. Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) DPP PDIP, Taufik Kiemas, wacana untuk mengadakan posisi wakil ketua umum banyak diusulkan dari pengurus-pengurus daerah agar regenerasi kepemimpinan dapat berjalan mulus. ”Memang ada keinginan untuk mengadakan posisi wakil ketua umum dari berbagai daerah. Tapi, usulan ini akan diputuskan di Kongres mendatang, apakah disetujui atau tidak,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Kiemas mengakui, dengan adanya usulan ini membuat titik terang mengenai suksesi kepemimpinan di PDI Perjuangan akan semakin jelas dan tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Namun, munculnya wacana posisi wakil ketua umum ini tidak disertai usulan nama-nama kandidat yang diperkirakan pantas menduduki posisi tersebut. ”Kandidat belum ada, karena kalaupun posisi itu disetujui, semua juga tergantung pada Megawati. PDI Perjuangan ini kan demokrasi terpimpin,” katanya.

Kendati demikian, Kiemas mengungkapkan bahwa salah satu nama yang akan dicalonkan sebagai wakil ketua umum adalah putri Megawati sendiri, Puan Maharani yang termasuk dalam golongan politikus muda PDI Perjuangan.
”Sepantasnya memang politikus muda. Karena, anak-anak muda sekarang lebih cerdas dan lebih bisa bersikap luwes dan fleksibel,” tuturnya.
Masuk PAN

Di sisi lain, DPP PAN hasil Kongres III PAN di Batam mengakomodasi tokoh-tokoh muda. Pengamat politik dan Direktur Charta Politika Bima Arya Sugiarto dan seniman multitelenta Helmy Yahya juga direkrut dalam kepengurusan DPP PAN Periode 2010-2015.

Kepastian masuknya dua orang baru ini disampaikan sendiri oleh Bima Arya seusai mendatangi rumah Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa. Menurut Bima, dirinya diminta Hatta untuk menjadi ketua DPP PAN bidang politik dan komunikasi. Sementara Helmy diminta memperkuat DPP PAN di posisi wakil sekjen. “Insya Allah kalau tidak ada perubahan saya akan ditempatkan di ketua DPP bidang politik dan komunikasi. Kalau Mas Helmy itu di wakil sekjen. Ini saya baru keluar dari rumah Bang Hatta,” kata Bima.

Menurut doktor lulusan universitas di Australia ini, bergabungnya dia di PAN bukan karena tiba-tiba. Bima sudah bergabung dengan PAN sejak partai itu dilahirkan dan dideklarasikan. Debut pertamanya di partai berlambang matahari ini dilakukan saat dirinya di Bandung. “Saya bergabung di PAN itu sejak berdirinya partai ini. Pada tahun 1998, saya ikut mendirikan PAN di Bandung, saya ditunjuk sebagai wakil sekretaris DPD PAN Bandung,” kata pria yang menganggap Amien Rais sebagai mentor politiknya ini.

Selain karena dia sudah lama menjadi kader PAN, masuknya Bima di struktur DPP PAN hasil kongres Batam karena kenal dekat dengan Hatta. Bima bekerja sama dengan Hatta sejak ditarik dalam Timkamnas SBY-Boediono di pilpres 2009 lalu. “Saya sudah lama berkomunikasi dan bekerja sama dengan Bang Hatta. Ketika pilpres lalu, Bang Hatta mengajak saya masuk Timkamnas. Sekarang, saya diminta Bang Hatta untuk bergabung, ya namanya dipercaya,” paparnya. (J22,dtc-49)

Galang Bantuan Dana lewat Facebook




Berita Utama
09 Februari 2010
Fikri, Bocah Berpenyakit Mirip Bilqis
Galang Bantuan Dana lewat Facebook

 Di rumah sederhana di RT 4 RW 3 Grumbul Karangtengah Wetan, Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Banyumas,
tergolek seorang bocah penderita kelainan empedu bernama Abdullah Ichsanul Fikri(19 bulan). Anak pertama dari pasangan Ngabdu Salam(33) dan Ani Purwaningsih (32) ini mengidap penyakit yang mirip dengan Bilqis Anindya Passa(17 bulan). Berikut laporannya.

Saluran empedunya tak terbentuk atau tak berkembang sempurna (atresia bilier). Kondisi itu mengakibatkan mata dan kulitnya terlihat berwarna kuning sejak berumur 60 hari. ”Saya kira penyakit Fikri hanya kuning biasa, tapi kok dalam waktu lama tidak kunjung sembuh-sembuh. Apalagi kotorannya saat buang air besar juga berwarna pucat, tidak kuning,” kata Ngabdu, ayah Fikri, saat ditemui di rumah orangtuanya, Sabtu (6/2).

Saat tidur, bocah itu akan terganggu karena tubuhnya gatal-gatal, tidak jarang dia sering menangis atau rewel. Ia sering menggaruk bagian tubuhnya dengan tangan ataupun benda yang berada di sekitarnya karena tidak kuat menahan gatal di sekujur tubuhnya.

”Tubuh dan wajah Fikri lecet-lecet karena digaruk-garuk. Saya kasihan kalau anak saya menangis. Apalagi perutnya mulai membuncit. Gejala itu mulai terlihat sejak usia 10 bulan,” kata Ani ibu Fikri seraya menggendongnya agar tidak menangis.

Ngabdu pernah memeriksakan Fikri ke MH Thamrin Internasional Salemba Hospital. Di rumah sakit, bocah yang akrab dipanggil Fikri itu diperiksa urine, darah, dan dengan ultransonografi (USG). Hasil USG yang dikeluarkan MH Thamrin Internasional Salemba Hospital pada 24 Desember 2008 menunjukkan Fikri mengidap penyakit atresia bilier.
“Dari hasil pemeriksaan itu, saya baru tahu kalau saluran empedu anak saya tidak berkembang secara normal,” ucapnya.

Saat ini Fikri juga belum bisa duduk, padahal bayi sebayanya telah mampu duduk, bahkan berjalan. Pertumbuhannnya pun terganggu karena fungsi organ dalamnya tidak sempurna. “Saya harap anak saya segera sembuh seperti bayi normal lainnya dari penyakit yang dialaminya. Saya berharap, Fikri bisa menjalani operasi,” harap Ani.

Kondisi tersebut membuat bocah itu merasa terganggu karena tidak bisa tidur nyenyak. Sepintas, Fikri pun sensitif saat orang lain berusaha mendekatinya untuk melihat bagian perutnya saat dibuka bajunya. Saat dihubungi lewat telepon, Ngabdu mengatakan, Fikri telah di Jakarta pada Minggu,(7/2). Kedatangannya ke Jakarta untuk mengobati anak pertamanya karena sarana kesehatan di daerah tidak sanggup menangani kelainan tersebut.
Lewat Facebook

Mengetahui anaknya menderita kelainan saluran empedu, Ngabdu mengaku bingung. Ia mengaku tidak mampu membiayai pengobatan anaknya. Sebab penghasilannya sebagai tukang dekorasi di sebuah tempat usaha di Jakarta hanya cukup untuk biaya mengontrak rumah dan makan sehari-hari. Oleh sebab itu ia mengharap bantuan untuk biaya pengobatan anaknya tersebut.

“Saya tidak tahu harus mencari uang darimana untuk biaya pengobatan, setelah melihat biaya pengobatan Bilqis yang mencapai ratusan juta,” tuturnya.

Untuk membantu meringankan beban orang tua Fikri, seorang kerabat keluarga Fikri, Rumi Fitria (28) melakukan penggalangan dana melalui jejaring sosial Facebook. “Barangkali dengan melakukan penggalangan dana melalui facebook, semakin banyak donatur yang ingin membantu meringankan penderitaan Fikri,” kata dia.

Penggalangan dana tersebut dilakukan dengan melalui grup Dukung Fikri Untuk Sembuh. Menurutnya, grup yang dibuatnya beberapa waktu lalu, kini telah memiliki anggota sebanyak 697 facebooker. Dalam grup itu ada foto-foto Fikri dan ada alamat posko bantuan untuk pengobatan Fikri,” terangnya.

Ia mengatakan, jika ada donatur yang bersimpati akan penderitaan Fikri bisa memberikan bantuan langsung pada orang tua Fikri, maupun melalui posko bantuan untuk pengobatan Fikri. Bantuan langsung pada orang tua Fikri bisa dikirimkan melalui nomor rekening 7015038284 atas nama Ngabdu Salam BCA KCP City Resort. “Posko bantuan pengobatannya beralamat di rumah kontrakannya di Jalan Raya Duri Kosambi 114 Cengkareng Jakarta Barat,” pungkasnya. (Yulianto, Gayhul Dhika Wicaksana-76)

Golkar-PKS Pegang Kunci




Berita Utama
08 Februari 2010
Golkar-PKS Pegang Kunci
Tentukan Rekomendasi Pansus Century

JAKARTA- Penyelidikan Pansus Hak Angket Bank Century menapaki babak baru. Hari ini, fraksi-fraksi di DPR akan menyampaikan pandangan awalnya
tentang pengucuran dana bailout Rp 6,7 triliun ke bank itu.

Pandangan awal fraksi tersebut diperkirakan akan menentukan hasil akhir rekomendasi pansus.
Sebagian fraksi telah menentukan sikap, namun sebagian lainnya masih ragu-ragu. Fraksi Golkar konsisten dengan pandangan awalnya bahwa ada 54 pelanggaran dalam kasus itu. Di sisi lain, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum solid. Di tubuh PKS masih terdapat dua kubu, yakni yang menentang dan yang menyetujui bailout.

Kedua partai itu memegang kunci untuk menentukan rekomendasi pansus.
Anggota pansus dari Golkar, Bambang Soesatyo menegaskan, fraksinya akan tetap konsisten dengan pandangan awal tersebut karena hal itu didasarkan pada hasil pemeriksaan para saksi selama proses penyelidikan pansus.

Dengan demikian, hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang dugaan rekayasa, kerugian negara, dan penyalahgunaan wewenang yang dijadikan dasar penyelidikan pansus sudah terkonfirmasi. ’’Golkar tidak akan menutupi kebenaran yang sudah terungkap selama pemeriksaan pansus,’’ tandasnya.

Hal senada diungkapkan staf ahli Fraksi Golkar untuk pansus, Indra J Piliang. Menurutnya, Fraksi Golkar akan konsisten karena Munas VIII sudah mengamanatkan kepada DPP untuk menuntaskan kasus Century.

’’Meskipun tidak sampai memberikan vonis, fraksi akan tetap mengungkapkan kebenaran yang ada selama proses pansus berlangsung. Ini sudah amanat munas yang harus dipatuhi seluruh kader Golkar,’’ katanya.
Sementara itu, pandangan awal Fraksi PKS tampaknya belum solid menyusul masih terjadinya pertentangan di internal partai. Wakil Ketua Pansus dari PKS, Mahfudz Siddiq menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan 18 dugaan pelanggaran dalam kasus Bank Century, mulai dari merger hingga pemberian bantuan fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP).

’’Oleh karena itu, kami akan mengungkapkan temuan ini dalam pandangan awal fraksi. Sebab, hal tersebut sudah menjadi komitmen PKS untuk menyelesaikan kasus Century seterang-terangnya,’’ tandasnya.

Komitmen itu mendapat dukungan dari Sekjen DPP PKS yang juga Wakil Ketua DPR Anis Matta. Ia mengatakan bahwa anggota-anggota pansus paling mengetahui apakah ada pelanggaran atau tidak dalam kasus itu.

Namun, pandangan berbeda diungkapkan Plt Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Dia menyatakan, DPP sudah memiliki kesepahaman dengan pokok pemikiran dari Partai Demokrat bahwa kebijakan bailout tidak melanggar aturan karena telah menjauhkan Indonesia dari dampak krisis ekonomi di AS.
’’Sebagai kepanjangan tangan DPP, fraksi tentu harus menjalankan keputusan DPP,’’ tuturnya.

Sementara itu, DPP Partai Persatuan Pembangunan mempertanyakan mekanisme pandangan awal fraksi dalam prosedur pemeriksaan pansus.
’’Mekanisme tersebut tidak lazim dan tidak dikenal dalam kepanitiaan angket dan pansus-pansus sebelumnya,’’ kata anggota pansus dari PPP Romahurmuzy.

Apalagi, lanjutnya, pandangan awal fraksi dijadwalkan dalam posisi belum terpenuhinya seluruh kebutuhan data yang diminta pansus kepada beberapa pihak. Karena itu, DPP PPP menginstruksikan kepada anggotanya di pansus untuk tidak buru-buru memberikan penilaian fraksi.
’’DPP meminta agar fraksi melakukan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan seluruh data dan fakta temuan pemeriksaan serta mengacu pada suasana kebatinan penyelenggaraan perekonomian negara pada saat keputusan penyelamatan Bank Century diputuskan,’’ ujarnya.
Namun demikian, PPP juga menginstruksikan agar kadernya di pansus tidak menutupi kebenaran atas nama kepentingan koalisi.


Pemegang Kunci

Fraksi Partai Golkar dan Fraksi PKS dinilai sebagai pemegang kunci dalam menentukan arah rekomendasi akhir Pansus Century.
Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, hasil akhir rekomendasi pansus dapat tercermin dari pandangan awal fraksi-fraksi, terutama Golkar dan PKS.

’’Kalau kedua fraksi itu konsisten, maka pandangan awal mereka akan memengaruhi hasil akhir pansus. Jadi, saat ini bola besar justru ada di tangan kedua fraksi itu,’’ ujarnya usai sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.
Boni mengatakan, tekanan yang dilakukan Partai Demokrat melalui wacana reshuffle kabinet justru akan merugikan partai pimpinan SBY itu, karena posisi mereka akan kalah, baik di tingkat pansus maupun di paripurna DPR.
’’Jika benar SBY mendepak kedua partai itu dari koalisi, maka Demokrat akan kalah suara saat pengambilan keputusan tentang kasus Century,’’ tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Boni, PKS dan Golkar akan mengambil keuntungan jika Demokrat benar-benar ’’menceraikan’’ keduanya. Apalagi, jika wacana pemakzulan terus berhembus setelah pandangan awal fraksi.
Terpisah, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution mendesak pansus dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
’’Kalau presiden saat itu punya hubungan komunikasi dengan KSSK ya harus diperiksa,’’ ujarnya.

Hubungan itu, kata Adnan, adalah saat keputusan bailout yang dikeluarkan KSSK pada tengah malam.
’’Saat itu presiden di Amerika dan di sana kan siang hari. Jadi, mungkin saja ada komunikasi,’’ kata Buyung.
Selain itu, dia juga mendesak KPK memeriksa mantan Gubernur BI Boediono, mantan Ketua KSSK Sri Mulyani, dan mantan Sekretaris KKSK Raden Pardede. Sebab, mereka dinilai paling berperan dalam kebijakan bailout.

’’Kalau kebijakan memang tidak bisa dipidanakan. Tapi, kalau kebijakan itu hanya merupakan cover untuk kepentingan uang atau kelompok tertentu, misalnya untuk dana pemenangan pemilu SBY, ya KPK harus memeriksa itu,’’ tegasnya. (J22,H28-65,49)

Cermin Ketimpangan Industri Sepak Bola




Berita Utama
08 Februari 2010
Cermin Ketimpangan Industri Sepak Bola
Oleh Drajat Tri Kartono

TANGGAL 23 Januari 2010 sepanjang rel kereta api di Solo berubah menjadi panggung kekerasan. Massa melempari para penumpang yang berjejal di dalam dan di atas KA dengan batu, kayu, dan aneka rupa benda lainnya. Pelemparan ditujukan kepada para bonek, suporter Persebaya yang pulang usai mendukung timnya berlaga di Bandung.

Drama kekerasan massa tersebut merupakan rangkaian aksi anarkisme sehari sebelumnya yang dilakukan oleh para bonek. Mereka yang berangkat menggunakan kereta api ekonomi dari Surabaya ke Bandung, melempari rumah-rumah warga serta menjarah barang-barang milik para pedagang.
Ulah tidak tertib hukum seperti itu pernah dilakukan bonek beberapa kali sebelumnya. Namun kali ini, masyarakat yang merasa menjadi korban melawan saat mereka pulang ke Surabaya. Akibatnya, tak sedikit pendukung Persebaya yang terluka, bahkan ada yang meninggal akibat terjatuh dari KA.

Pertunjukan kekerasan seperti itu menyadarkan kita bahwa ada masalah mendasar dalam industri persepakbolaan. Hal ini harus kita perhitungkan agar tidak terjadi tragedi Heysel saat pertandingan antara Liverpool dan Juventus di Piala Champions 29 Mei 1985 1985, yang menelan 39 korban meninggal dan 600 lainnya luka-luka.

Istilah bonek atau bondho nekat (modal nekat/berani) pertama kali dimunculkan oleh Harian Pagi di Surabaya tahun 1989. Nama resmi pendukung Persebaya bukanlah bonek, melainkan Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Namun demikian nama bonek lebih dikenal karena istilah itu menggambarkan fenomena suporter Persebaya yang dalam jumlah besar dan dengan bekal terbatas nekat pergi ke kota lain untuk mendukung tim pujaannya bertanding (away supporters).

Dalam perkembangannya, ternyata away supporters terlibat kerusuhan dan perkelahian dengan suporter tim lawan. Menilik sejarahnya, kerusuhan oleh bonek tidak saja terjadi di luar Surabaya, tetapi juga di Kota Pahlawan itu.

Salah satunya saat Persebaya bertanding dengan Arema Malang tahun 2006. Saat itu, beberapa mobil dibakar dan rusak. Persebaya pun dihukum tidak boleh bermain selama 1 tahun. Berdasarkan kasus terakhir di Solo, ada sejumlah alasan mengapa bonek menjadi sasaran amuk massa.

Pertama, bonek mencerminkan ketimpangan dalam industri persepakbolaan Tanah Air. Ketika klub sepak bola mampu membayar pemain dan pelatih senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah, ternyata pendukung klub yang setia memberi semangat pada timnya sampai ke luar kota, tidak mendapat fasilitas dan perlindungan yang layak sebagaimana diberikan kepada pemain dan pelatih.

Salah satunya fasilitas transportasi. Suasana kereta api ekonomi yang pengap dan padat cenderung menimbulkan kepenatan emosional para penumpangnya. Apalagi, umumnya para pendukung itu bukan termasuk golongan berpunya yang dapat membiayai kebutuhannya sendiri selama perjalanan.

Kedua, fenomena rusuh bonek menjadi pelajaran tentang pentingnya pendidikan bagi suporter dalam sistem persepakbolaan kita. Selama ini modal besar diberikan oleh PSSI maupun klub untuk pendidikan pemain, pelatih, atau wasit. PSSI bahkan tidak segan-segan mengirim mereka belajar ke luar negeri.
Modal itu seharusnya juga dikucurkan untuk pendidikan sikap sportif (sportive life skill) bagi suporter yang sekarang ini pada umumnya telah terorganisasi secara mandiri. Kasus ricuh bonek jelas menunjukkan bahwa kelompok suporter telah mendapat pencitraan buruk.

Pencitraan ini terakumulasi dari tahun ke tahun dan disebarkan melalui berbagai analisis dan pemberitaan. Reaksi amuk masa terhadap bonek ketika pulang ke Surabaya tidak akan terjadi bila bonek telah mampu mengubah citra dirinya menjadi positif. Perubahan hanya dapat terjadi bila ada pendidikan dan intervensi sistematik dalam membangun sportive life skill tersebut.

Rekayasa Pelayanan Publik

Kerusuhan bonek yang baru saja terjadi juga menunjukkan rentannya pelayanan publik terhadap amuk massa. Kerusakan dan kerugian yang dialami PT KA, kepolisian, dan wartawan jelas memperlihatkan bahwa masyarakat belum memiliki kesadaran mendalam tentang nilai penting fasilitas dan pelayanan publik. Hal ini tentu saja harus diantisipasi agar tidak terjadi kerugian negara yang sia-sia.

PT KA sebenarnya memiliki pengalaman beberapa kali menjadi korban kerusuhan suporter sepak bola. Karena itu, instansi itu seharusnya telah mengembangkan strategi khusus (emergency services) ketika kerumunan suporter sudah terjadi. Misalnya, melakukan social spacing atau penciptaan ruang sosial seperti memberangkatkan kereta dengan gerbong pendek agar tidak terjadi pengumpulan massa dalam jumlah besar dan panjang dalam satu rangkaian kereta.

Berkumpulnya massa ini menciptakan psikologi kerumunan (mob) yang cenderung menciptakan identitas yang tidak terorganisasi dengan baik. Pendekatan polisi dengan masuk ke dalam kerumunan massa di kereta, pada dasarnya tidak tepat karena identitas polisi akan melebur dalam identitas massa yang jumlahnya lebih banyak.

Strategi lain dapat dilakukan dengan mengurangi kemungkinan kontak masyarakat sepanjang perjalanan. Langkah ini dapat dilakukan misalnya dengan memberangkatkan suporter tidak melalui kereta, tetapi melalui kapal dan dilanjutkan dengan kereta api dalam jarak pendek. Tentu saja hal ini memerlukan pembiayaan yang harus ditanggung secara bersama oleh suporter yang berangkat, tim sepak bola yang didukung, dan bantuan pemerintah daerah serta BUMN.

Pada jajaran kepolisian, wartawan, dan pemerintah daerah, nampak jelas bahwa kasus kerusuhan dalam perjalanan bonek menunjukkan perlunya kemitraan dan kolaborasi penyelenggaraan pelayanan publik antara kedua elemen itu dan organisasi persepakbolaan.

Kolaborasi itu sangat penting agar terjadi kesatuan dalam pelayanan dan penanganan suporter yang melakukan dukungan lintas wilayah (away supporters).
Tentu saja program-program itu perlu menjadi tanggung jawab PSSI, klub sepak bola, pemerintah, serta seluruh penyelenggara pelayanan publik. Langkah ini perlu dilakukan agar kerugian negara dapat dikurangi dan kepuasan masyarakat dalam menikmati pertunjukan olahraga dapat tercapai. (65)

— Penulis adalah ketua Program Studi S2 Sosiologi Universitas Sebelas Maret Surakarta

PPP Ancam Keluar dari Koalisi




Berita Utama
08 Februari 2010
Kasus Bachtiar Chamsyah
PPP Ancam Keluar dari Koalisi

JAKARTA- Penetapan status tersangka terhadap Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP Bachtiar Chamsyah dinilai masih bagian dari proses penegakan hukum. Namun bila di kemudian hari ditemukan unsur politis di balik kasus dugaan korupsi impor sapi dan mesin jahit, PPP mengancam akan keluar dari koalisi pemerintahan SBY.

”Jika ada unsur politisnya, penarikan koalisi dimungkinkan,” kata Wakil Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy usai rapat di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Minggu (7/2).

Romi, panggilan akrab Romahurmuziy, menegaskan, sejauh ini PPP masih berpegang pada asas praduga tidak bersalah dalam kasus mantan Menteri Sosial itu. Tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bachtiar sebagai tersangka dinilai merupakan profesionalitas penegakan hukum.
”Tapi kami memang prihatin dan terkejut karena figur beliau yang bersahaja,” kata Romi.

Desakan keluar dari koalisi, jelas Romi, baru disuarakan Parmusi, salah satu ormas PPP. DPP PPP belum memberikan sikap.
”Itu kan usulan Parmusi. Sejauh ini masih kondisonalitas , kebetulan-kebetulan saja,” tandas anggota Pansus Century tersebut.

Sementara, KPK secara tegas membantah ada unsur politis dalam penetapan tersangka terhadap Bachtiar Chamsyah. ’’Tidak benar itu, tidak ada hubungan dengan politik,’’ tegas Kepala Biro Humas KPK Johan Budi.

Tentang kemungkinan adanya tersangka lain, dia menegaskan, pasal yang dikenakan kepada Bachtiar adalah Pasal 55 KUHP. ’’Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP kan menyebutkan ada unsur bersama-sama. Tapi, bersama siapa itu kita belum bisa sampaikan,’’ ujarnya.


Tersangka Lain

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah juga menegaskan, pihaknya memungkinkan ada tersangka lain dalam kasus itu.
’’Pasti ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa itu. Siapa saja pihak lain itu, bobotnya apa, enggak bisa kami sampaikan. Yang pasti tersangkanya (sekarang) sebagaimana yang kami sebutkan (Bachtiar Chamsyah),’’ tegasnya.

Dalam kasus ini, KPK juga memanggil anggota DPR dari Partai Demokrat Amrun Dalay. Amrun, yang saat ini anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat, diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Dirjen Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial pada tahun 2004-2009.

Seperti diketahui, dalam kasus itu Bachtiar diduga terlibat korupsi pengadaan mesin jahit dan impor sapi di Departemen Sosial pada 2004 dan 2006. Bachtiar diduga mengetahui proses pengadaan mesin jahit dan impor sapi yang awalnya akan disalurkan kepada fakir miskin.
KPK menganggap telah terjadi penunjukan rekanan secara langsung dan penggelembungan harga dalam proyek itu, sehingga mengakibatkan kerugian negara.

Perhitungan awal menunjukkan kasus pengadaan mesin jahit pada 2004 senilai Rp 51 miliar itu merugikan negara sekitar Rp 24 miliar. Adapun proyek impor sapi senilai Rp 19 miliar diduga merugikan negara Rp 3,6 miliar.

Bachtiar mengaku mengetahui penunjukan langsung. Namun dia menegaskan hal itu diusulkan Amrun Daulay.
Bachtiar mengaku menyetujui usulan tersebut setelah mendapat penjelasan dari bawahannya bahwa penunjukan tersebut tidak melanggar hukum. (J13, dtc-65,49)

Gus Dur Subhanallah, Gus Dur Masya Allah




Berita Utama
08 Februari 2010
Tahlil di Ponpes Tebuireng dan Ciganjur
Gus Dur Subhanallah, Gus Dur Masya Allah
Kecintaan masyarakat terhadap KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) seakan tak ada habisnya. Hal itu tergambar jelas dalam peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur, Minggu (7/2) di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jatim, dan kediaman Ciganjur, Jakarta.

Dalam pandangan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Gus Dur adalah manusia langka yang seabad pun dia yakin tak ada penggantinya. Kata para santri NU dari Banten, Gus Dur nyaris seperti wali. Lalu menurut Dorce Gamalama, Gus Dur tak sekadar guru bangsa, tapi bapak bangsa.

Seperti itukah memang sosok Abdurrahman Wahid? Jika ingin mencari jawaban dari pernyataan tersebut, maka Anda perlu melihat apa yang terjadi dalam peringatan 40 hari meninggalnya Gus Dur. Di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, acara peringatan dengan inti berupa tahlil dan pembacaan Surat Yasin itu seperti meneguhkan bagaimana sebenarnya putra Wahid Hasyim tersebut di mata masyarakat.

Bayangkan, acara peringatan baru dimulai malam hari, tapi sejak pukul 05.00, Minggu (7/2), Ponpes Tebuireng sudah dipadati kaum muslim. Sungguh pemandangan yang sangat menarik ketika sepagi itu bahkan ketika matahari masih malu-malu menyapa bumi, makam Gus Dur sudah sedemikian ramainya.

’’Biasanya mulai Kamis banyak yang datang ke sini. Lalu Minggu adalah puncaknya. Tapi khusus untuk peringatan 40 hari ini kami merasa kaget ketika subuh pun sudah banyak yang datang dan shalat di sini,’’ kata Lukman Hakim, ketua panitia peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur.

Lalu lihatlah apa yang terjadi menjelang siang. Kurang lebih 2 kilometer sebelum ponpes, jalan ditutup untuk kendaraan umum. Itu memang harus dilakukan, karena jangankan kendaraan, sekadar untuk berjalan pun orang harus berdesak-desakan. Semua itu dilakukan demi Gus Dur.
Mereka yang datang itu termasuk Mahfud MD, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Saifullah Yusuf (Gus Ipul, wagub Jatim), dan juga Dorce Gamalama. Ada pula para santri NU yang datang jauh-jauh dari Banten.

’’Kami datang ke sini hanya ingin satu hal, menangis di makam. Tapi setelah sampai di sini, kami harus mengucap Gus Dur subhanallah Gus Dur masya Allah,’’ kata H Nazarudin Ruslan, ketua PC NU Pandeglang, Banten.

Ya, Nazarudin harus mengucap subhanallah ketika tahu ada begitu banyak umat yang datang. Namun ia juga harus berkata masya Allah ketika kemudian mendengar dari banyak orang tentang kekaguman dan kecintaan mereka pada tokoh pluralisme itu.
’’Susah sepertinya mencari tokoh yang ketika sudah meninggal begitu dicintai seperti ini. Sejak dimakamkan sampai 40 hari terus dikunjungi peziarah,’’ katanya.


Peringatan

Memasuki malam, pengunjung kian berjubel. Hujan yang turun deras mulai pukul 15.00 tak sedikit pun menyurutkan niat para peziarah. Sebagian memang ada yang berlindung, tapi ada yang tetap di tempat meski hanya berpayung kertas koran.

Ketika di dalam kompleks ponpes sudah tak kuasa menampung pengunjung, di luar masyarakat masih menyesaki jalanan hingga radius 2 kilometer. Sama dengan yang terjadi di dalam, di luar masyarakat yang hadir juga harus rela ditemani hujan.

Mereka berbaur bersama masyarakat setempat yang sebagian besar memanfaatkan kesempatan itu untuk berdagang kebutuhan para peziarah.
Sekitar pukul 19.30, bakda isya, acara peringatan dimulai. Dari acara tersebut, sosok Gus Dur kembali mengemuka ketika muncul tanggapan-tanggapan yang menarik.

Di antaranya dari pengalaman Sholahudin Wahid (Gus Sholah) yang tak lain adik almarhum, ketika mewakili ponpes untuk memberikan sambutan.
’’Ada ibu-ibu yang bilang kepada saya, tahun 2004 tidak memilih PKB. Karena itu dia datang ke sini ingin meminta maaf kepada Gus Dur,’’ kata Gus Sholah menirukan ucapan seorang peziarah yang langsung disambut tawa berkepanjangan oleh pengunjung.

Dan akhirnya, kerinduan para pecinta Gus Dur serasa terobati ketika dalam acara peringatan tersebut hadir Gus Mus. Setelah sebelumnya para peziarah dengan khusyuk melantunkan tahlil dan yasin, sosok Gus Dur bagai hadir kembali lewat ceramah dengan humor-humor segar Gus Mus. Ia bertutur tentang pematung pengagum Gus Dur yang membuat patung Hercules, atau bagaimana Gus Dur bisa menjelajah ke mana saja.
’’Soal Gus Dur, saya kira apike karo eleke akeh apike,’’ kata Gus Mus menyimpulkan.

Itulah memang beberapa hal menarik yang terjadi dalam acara peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur. Dari situasi yang terungkap, rasanya wajar kalau sosok Gus Dur membuat para santri mengucap kata subhanallah dan masya Allah. Semua itu, menurut Gus Sholah karena energi keikhlasan. Atau menurut Dorce Gamalama karena energi cinta yang selalu dikedepankan oleh almarhum selama hayatnya.

Sementara ketika acara peringatan sudah selesai, dan sebagian besar para santri telah pulang, doa yang dipanjatkan untuk Gus Dur masih juga belum berakhir. Dari berbagai sudut, masih banyak orang yang melafalkan ayat-ayat suci Alquran demi mendoakan presiden RI ke-4 tersebut.

Disatukan Kecintaan

Di Ciganjur, Jakarta, hujan lebat sejak maghrib tidak menyurutkan ribuan masyarakat untuk menghadiri acara mengenang 40 hari Gus Dur. Mulai dari santri yang bersarung, pendeta, sampai pejabat dengan mobil berpelat satu digit berduyun-duyun berebut tempat, bersila di karpet merah untuk memanjatkan doa dan mengenang perjuangan presiden RI keempat itu.

Salah satu tokoh Budha, Bunte Damma Subha menyatakan, Gus Dur merupakan sosok yang pintar, benar, dan kober (menyempatkan diri). ”Gus Dur adalah orang yang tidak hanya pintar dan benar, tapi juga sempat untuk berjuang. Tidak semua orang mampu untuk itu,” ujarnya.

Pembawa acara 40 hari mengenang Gus Dur, Sastro Ngatawi menyampaikan banyaknya doa dari berbagai agama tidak perlu diperdebatkan, karena itu merupakan wujud cinta dan penghormatan. ”Tuhan tidak akan bingung karena itu. Ini merupakan salah satu wujud pluralisme yang diperjuangkan Gus Dur,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Yenny Wahid menyampaikan, Gus Dur bukan hanya milik keluarga, tapi milik masyarakat sedunia. Itu antara lain terbukti dari pesan dari Gedung Putih sampai pemimpin negara-negara Islam, pemimpin thareqat naqsabandiyah, serta pemimpin umat Katolik sedunia, yang mengirim pesan belasungkawa dan duka cita kepada keluarga. Hal itu yang membantu keluarga melawan rasa duka dan kehilangan.

Putri Gus Dur itu juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah datang ke Ciganjur, Jombang, dan mereka yang menyampaikan doa tapi tidak sempat datang langsung. ”Mereka merasa kehilangan dengan alasan yang berbeda-beda, tapi disatukan oleh kecintaan,” ujarnya.

Selain tahlil yang dipimpin oleh KH Said Agil Siradj, acara tersebut juga diisi doa lintas agama yang disampaikan oleh tokoh Katolik, Romo Beni; tokoh Budha, Bunthe Damma Susha; tokoh Konghucu, Budi Santoso; tokoh Baha’i, Muthaminah; tokoh Brahma Kemewis, Helen Quirin; dan tokoh penganut kepercayaan, Pangeran Jatikusumo.

Selain itu juga ada penyerahan penghargaan dari Forum Lintas Agama dan Institut Pertanian Bogor (IPB), pembacaan puisi oleh Acep Zam Zam, Yose Rizal, serta lagu-lagu yang dibawakan oleh Frangky Sahilatua, Ebiet G Ade, dan Sam Bimbo.

Sebelum acara dimulai sambil menunggu shalat isya, KH Achmad Said memimpin doa, shalawat, dan wirid. Sementara itu ribuan hadirin yang datang mendapatkan buku kumpulan doa dan Surat Yasin, serta buku Gus Dur Bertahta di Sanubari. Buku bersampul warna hijau dengan cover foto Gus Dur tersebut disunting oleh putri ke-3 Gus Dur, Anita Wahid.

Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan yang dimuat media massa, termasuk berita dan tajuk rencana Suara Merdeka edisi 31 Desember 2009 dan 2 Januari 2010. Ramainya acara tersebut juga dimanfaatkan oleh para pedagang yang menawarkan pernak-pernik, kaus, dan buku berlabel Gus Dur. (Wisnu Kisawa, Nurokhman-65)

Karya Hetami Tak Lekang oleh Zaman



Berita Utama
08 Februari 2010
Karya Hetami Tak Lekang oleh Zaman
SOLO-Peristiwa atau sesuatu yang sederhana akan menjadi luar biasa ketika dikemas dalam bahasa indah. Namun sebaliknya, sesuatu yang luar biasa hanya akan terasa biasa ketika dikemas seadanya.

Demikian dituturkan Amir Machmud NS saat menyampaikan kata sambutan dalam ziarah ke makam pendiri Suara Merdeka H Hetami, di makam Pracimalaya, Pajang, Kartasura, Minggu (7/2).

Ia mengatakan, karya-karya almarhum Hetami tak pernah lekang oleh zaman, meski gempuran teknologi pers yang terjadi belakangan ini sangat luar biasa. Karya yang tidak pernah jadul itu diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus motivasi para jurnalis, khususnya para jurnalis muda Suara Merdeka.

Menurut dia, meski karya almarhum, khususnya yang tertuang di buku yang terbit sekitar 1990-an itu merupakan karya lama, penyajiannya tak pernah ketinggalan zaman. Hetami bisa mengemas suatu yang biasa menjadi hal yang luar biasa dengan bahasa indah.
"Karya Pak Hetami sangat futuristik, bisa melintas batas dan menembus zaman. Inilah yang akan menjadi filosofi dan motivasi kita dalam berkarya sebagai jurnalis,'' kata wakil pemimpin redaksi Suara Merdeka tersebut.

Ziarah yang dihadiri Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir Budi Santoso beserta keluarga dan para karyawan itu berlangsung khidmat. Pembacaan ayat-ayat suci Alquran yang berkumandang melengkapi doa-doa yang dipanjatkan serta tabur bunga.

Selain ke makam Hetami, rombongan juga berziarah ke makam Tommy Bono Santoso, anak kedua Hetami, yang berada di sebelahnya.
Ziarah ke makam Pracimalaya adalah ritual rutin tahunan yang dilakukan keluarga besar Suara Merdeka menjelang ulang tahun. Namun ziarah tahun ini, saat harian itu merayakan ulang tahunnya ke-60 dirasakan sangat istimewa. Momentum HUT kali ini diharapkan menjadi sesuatu yang istimewa, baik bagi generasi tua, generasi kedua, ketiga, maupun berikutnya.

Sebelum memimpin doa, Drs Rozihan MAg menyatakan, karya-karya Hetami cukup besar di Jateng. Karya-karya tersebut tidak hanya dirasakan para wartawan dan karyawan yang bergabung di keluarga besar Suara Merdeka, tapi juga masyarakat luas.(H44,G8-62)

LOWONGAN

Tersisa Satu, Perajin Sangkar Burung di Bantar


Tersisa Satu, Perajin Sangkar Burung di Bantar
Oleh Yoseph Hary W
TERIK Siang itu, seolah tidak begitu terasa bagi tubuh Sunardi yang hanya berbalut sepotong kaos tipis. Konsentrasinya tertuju pada satu, pekerjaannya, yaitu membuat sangkar burung.

Pria tiga puluhan asal Bantar Desa Kertayasa Kecamatan Mandiraja itu tidak mengelak, menekuni kerajinan sangkar burung hanya sesekali saja. Terhitung, dalam seminggu hanya sekitar 3 - 4 hari dimanfaatkan untuk membuat sangkar burung.

Pasalnya, sangkar burung saat ini tidak lagi bisa menjadi sandaran hidupnya dan keluarganya. Bagaimanapun juga, kebanyakan orang yang berjuang dengan hidup akan memilih pekerjaan yang lebih "basah". Dia pun mengaku lebih rutin membuat "sate bakso", dan memasarkannya keliling desa.

"Ya, itu kenapa sekarang tinggal saya yang mau sesekali mengerjakan sangkar burung di Bantar ini," ungkap suami Waginah itu.

Keputusannya untuk tetap mengerjakan sangkar burung dari bambu bukan tanpa alasan. Sejak awal 2000-an, dia memulai pekerjaan itu, dimodali seorang bernama Wakhir, tetangganya. Terlanjur "nyemplung" pada pekerjaan yang sejatinya adalah hobinya, membuat sangkar burung harus tetap dilanjutkan, meski yang lain menyerah dan memilih pekerjaan lain.

Diceritakannya, awal 2000-an, Wakhir berniat memberdayakan generasi muda yang cenderung malas-malasan dan sering "nongkrong" di pinggir jalan. Sunardi ditunjuk memimpin niat positif itu. Dia mengaku sanggup, hingga akhirnya menarik 8 anak muda di desa itu.

"Pekerjaan berjalan lancar dari hari ke hari. Tapi selang seminggu, semangat anak-anak pun tampak memudar," katanya.

Sayang seribu sayang, Sunardi menyesali kemajuan yang akhirnya harus berakhir dengan cepat. Padahal, kelompok perajin sangkar burung yang dipimpinnya itu tinggal satu-satunya tersisa di Bantar. Satu sisi, dia memahami kondisi sebenarnya. Menurutnya, anak muda pun tahu mana yang lebih besar penghasilannya antara membuat sangkar dan ikut proyek bangunan.

Ya. Dia sepakat dengan alasan itu, merelakan pengikutnya pergi dan bergabung dengan proyek pembangunan di desanya. Rencananya bersama pemuda-pemuda menghasilkan 25 sangkar per bulannya pun urung terwujud. Akibatnya, dia sendirian melanjutkan pekerjaan itu.

Bukan sekedar karena sungkan pada Wakhir yang telah memberi modal, melainkan karena tanggung jawabnya pada diri sendiri untuk mengoptimalkan apa yang ada. Bahkan, menurutnya Wakhir justru menyuruhnya untuk menjual sangkar yang sudah jadi, sekaligus diperbolehkan memiliki uang hasil penjualannya.

Sebab itu, dia bersama istrinya bertekad menekuninya sebagai sampingan. Setidaknya, kerajinan sangkar burung itu bisa dilanjutkan di sela-sela pekerjaan utamanya.

"Tekadnya menyelesaikan 25 sangkar, baru menjualnya nanti. Harus terkumpul dulu karena harganya tidak lebih dari Rp 10 ribu per buah. Syukur-syukur pemerintah memperhatikan perajin sangkar yang tinggal satu ini,"imbuh istrinya, Waginah.